Inilah Kenapa COVID-19 Jauh Lebih Kurang baik Daripada Flu

Lawancorona.online - Semua informasi serta statistik didasarkan pada informasi yang ada buat universal pada dikala publikasi. Sebagian data bisa jadi telah usang. Kunjungi hub virus korona kami serta simak taman pembaruan langsung kami buat data terkini tentang wabah COVID-19.

Di permukaan, COVID-19 nampak mirip dengan flu musiman.

Keduanya dapat memunculkan indikasi semacam demam serta perih tubuh. Keduanya lebih mematikan untuk orang yang berumur di atas 65 tahun.

Serta virus yang menimbulkan penyakit ini menyebar dengan metode yang sama, paling utama dari orang ke orang lewat tetesan respirasi.

Tetapi COVID-19 tidaklah flu musiman.

Dalam banyak perihal, ini jauh lebih kurang baik.

Kolom Trusted Sourceprinted di Journal of American Medical Association (JAMA) pada 14 Mei mencatat kalau kematian akibat flu serta kematian sebab COVID-19 apalagi tidak dilaporkan dengan metode yang sama.

Kolom yang ditulis oleh Dokter. Jeremy Samuel Faust, MS, seseorang spesialis penyembuhan darurat yang berafiliasi dengan Brigham and Womens Hospital di Massachusetts, melaporkan kalau kematian akibat flu diperkirakan sedangkan kematian akibat COVID-19 merupakan permasalahan yang dikonfirmasi.

Ia mencatat kalau sepanjang pertengahan April "kematian yang dihitung" buat COVID-19 di Amerika Serikat merupakan dekat 15. 000 per minggu. Sepanjang "minggu puncak" flu biasa, "kematian yang dihitung" merupakan dekat 750.

Faust merumuskan kalau kematian akibat COVID-19 sesungguhnya berkisar antara 10 kali sampai 44 kali lipat jumlah kematian akibat influenza.

Ahli lain yang sebelumnya pernah Daftar Sbobet berkata terdapat pula alibi di luar statistik mentah yang menampilkan COVID-19 lebih beresiko daripada influenza.

Banyak yang tidak dikenal tentang COVID-19

Dokter. Michael Chang, spesialis penyakit meluas dari McGovern Medical School di UTHealth di Houston, berkata salah satu tantangan terbanyak dari SARS-CoV-2, virus yang menimbulkan COVID-19, merupakan virusnya yang betul-betul baru.

Itu berarti terdapat banyak perihal yang tidak kita tahu tentangnya bagaimana itu menyebar, gimana itu menginfeksi orang, gimana itu menimbulkan kehancuran pada badan, gimana sistem imunitas menanggapinya.

Di sisi lain, flu musiman telah terdapat semenjak lama, sehingga ilmuwan serta dokter ketahui banyak tentangnya, tercantum metode terbaik buat menyembuhkan orang yang menderita penyakit tersebut.

"Kami mempunyai lebih banyak pengalaman dengan komplikasi flu seperti permasalahan jantung serta pneumonia bakterial yang terjalin sehabis Kamu terkena flu tetapi dengan COVID-19, tiap penyembuhan pada dasarnya merupakan uji coba," kata Chang kepada Healthline.

Ada pula vaksin tahunan buat flu musiman. Walaupun tidak 100 persen efisien, Sumber Tepercaya masih menawarkan proteksi serta bisa kurangi keparahan penyakit.

Vaksin flu tidak cuma melindungi orang yang divaksinasi. Ini pula melindungi komunitas yang lebih besar dengan memperlambat penyebaran virus influenza yang tersebar.

Terdapat pula 4 obat antivirusTrusted Source yang disetujui buat menyembuhkan flu musiman. Ini bisa kurangi durasi serta tingkatan keparahan indikasi pada pengidap flu.

Buat COVID-19, vaksin mungkin besar 12 sampai 18 bulan lagi, serta dikala ini tidak terdapat perawatan yang disetujui. 

Posting Komentar

0 Komentar